Puisi berjudul "Retorika Hati Sang Montir"


Puisi merupakan salah satu bentuk karya seni tulis dan seni suara yang berisi tentang pesan yang ingin disampaikan oleh si pembuat. Puisi merupakan salah satu ragam sastra biasanya menggunakan bahasa yang emuat unsur rima, irama, matra dan makna digambarkan secara imajinatif.

Berikut ini penulis akan berbagi sebuah puisi yang menceritakan tentang seseorang yang giat bekerja dan memiliki cita-cita besar untuk masa depannya. Semoga memberi manfaat kebaikan bagi para pembacanya.


Retorika Hati Sang Montir


Retorika Hati Sang Montir

Karya: Zainatir Raiyah




Sore itu dia menatap dalam.....
halaman rumahnya
menikmati hamparan-hamparan pekerjaan
ah...
terlalu luas nikmat Tuhan...
matanya berucap dalam renungan
bibirnya menikmati aroma kopi dalam genggaman
pada sebuah proses matarantai kehidupan
memeluk pasti filosofi ketuhanan

tiba-tiba batinnya berteriak
mimpimu setinggi langit!
sudahkah kau usir karaktermu yang selemah parafin
Cita-cita besarmu menggenggam dunia
Sudahkah kau pupuk subur hingga hilang jiwamu yang kerdil

Berharap
Buah manis kesabaran
berpijak di akar kokoh jika harus menghadapi kegagalan
tenang...tersenyum dalam sandiwara beribu masalah
hingga dunia mengakui
kamu hebat kamu kuat kamu giat dan kamu pasti akan dapat!

Aku masih terdiam dalam... penuh makna
aku tersentak ketika sadar...
aku telah jauh berjalan ke alam pikirannya


 

Puisi berjudul "Munajat Cinta"



munajat cinta, ma'rifat, hakikat


Munajat Cinta

Karya: Zainatir Raiyah

Kita yang menulis rencana bahagia
terbang...lepas...
dengan cahaya jiwa
menebus batin cinta dengan penuh suka
dunia indah tanpa segunung kata

Nun ..
dari masa tak bernama
dari kosong tanpa jiwa
kularungkan Al-Fatihah
menembus batas kesadaran
mencari titik temu cinta
aku ingin merdeka!

Selain kepada do'a
kemana lagi kusimpan rindu...
namamu tak luntur dalam munajatku, menjelma Al-Fatihah dalam setiap qiraatku
Kau abadi dalam puisi dan do'aku


noted:
Sebuah puisi dengan judul Munajat Cinta ini  mengisahkan tentang rasa kepada pencipta yang sangat dalam sehingga tidak terwakilkan mengungkapkannya bahkan dengan seribu bahasa. Termasuk dalam jenis puisi religi yang diungkapkan lewat kalimat-kalimat bermajas.
Semoga dapat memberi manfaat kebaikan bagi pembacanya.

Puisi berjudul "Menggenggam Bingkisan ke Negeri Biru"



puisi berjudul Menggenggam Bingkisan ke Negeri Biru

Karya puisi tentang kehidupan, pengalaman dan keindahan. Puisi dituliskan oleh pengarangnya dalam mengungkapkan sesuatu yang hendak disampaikan menggunakan bahasa estetis yang apik dan terpilih sehingga apa yang disampaikan dapat dimengerti dan dinikmati oleh pembaca.

Berikut penulis bagikan sebuah puisi berisi tentang pengalaman baru penulis dalam hidupnya dalam seketika dan tiba-tiba mengemban amanah sekaligus dalam sebuah anugerah.


Menggenggam Bingkisan ke Negeri Biru

                                                                                     Karya: Zainatir Raiyah


Sejenak aku tertegun

Membuka mataku dan melihat sekelilingku
tiada satupun yang aku kenal sehari yang lalu
ternyata
aku tiba di dunia baru

Hari itu
Keseharianku, basa basiku dan celotehanku menyambung ke jaringan serba baru
entah bermimpi apa aku setahun yang lalu
tak pernah terbayang sedikitpun di benakku
ini tanah baru
negeri baru
orang baru dan ladang baru

Aku seperti memejamkan mata
lalu
tiba-tiba ada ditengah hutan belantara
dan tidak mengenal siapa-siapa

Dalam hati aku bergumam
Tuhanku...
tuntun aku dan berilah kekuatan pada kakiku
melangkah ditengah deras ombak dan arus
ditengah gelapnya hutan
ditengah kerumunan binatang langka
dan suara-suara bising yang tak mengenal rasa dan mata

Berbisik suara di bilik hatiku
perhatikan tanganmu yang menggenggam mutiara itu
buka matamu dan tatap tajam tanganmu

ternyata
kekuatan besar itu ada di tanganku
aku hanya perlu tahu dan terus melangkah...