KOMPONEN PKB GURU

Komponen PKB (Penilaian Keprofesionalan Berkelanjutan) Guru

Komponen PKB (Penilaian Keprofesionalan Berkelanjutan) Guru




gurusekolahdasar-2013.co.id - PKB merupakan Penilaian Keprofesionalan Berkelanjutan untuk profesi guru. Sejatinya,  guru  adalah  bagian  integral  dari  organisasi pendidikan  di  sekolah  secara  menyeluruh.  Agar  sebuah organisasi termasuk organisasi pendidikan di sekolah  mampu menghadapi perubahan dan ketidakpastian yang menjadi ciri kehidupan  modern,  Peter  Senge  (2000)  mengingatkan perlunya mengembangkan sekolah sebagai sebuah organisasi pembelajar. Di antara karakter utama organisasi pembelajar adalah  senantiasa  mencermati  perubahan  internal  dan eksternal yang diikuti dengan upaya penyesuaian diri dalam rangka mempertahankan eksistensinya.  Syarat  mutlak  terciptanya  organisasi  pembelajar  adalah terwujudnya  masyarakat  pembelajar  di  tubuh  organisasi tersebut. Ini dapat dengan mudah difahami mengingat kinerja organisasi secara tidak langsung adalah produk kinerja kolektif semua unsurnya termasuk Sumber Daya Manusia. Oleh sebab itu,  dalam  konteks  sekolah,  guru  secara  individu  maupun secara bersama‐sama dengan masyarakat seprofesinya harus
didorong  untuk  menjadi  bagian  dari  organisasi  pembelajar melalui keterlibatannya secara sadar dan sukarela serta terus menerus  dalam  berbagai  kegiatan  belajar  guna mengembangkan profesionalismenya. 

Adapun Komponen-Komponen PKB Guru dipaparkan sebagai berikut:

Dalam  konteks  Indonesia,  PKB  adalah  pengembangan keprofesian  berkelanjutan  yang  dilaksanakan  sesuai  dengan kebutuhan guru untuk mencapai standar kompetensi profesi dan/atau  meningkatkan  kompetensinya  di  atas  standar kompetensi  profesinya  yang  sekaligus  berimplikasi  kepada perolehan  angka  kredit  untuk  kenaikan  pangkat/jabatan fungsional  guru.  Sebagaimana  dijelaskan  dalam  Peraturan Menteri  Negara  Pemberdayaan  Aparatur  Negara  dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional  Guru  dan  Angka  Kreditnya,  selain  kedua  unsur utama  lainnya,  yakni:  (i)  pendidikan;  dan  (ii) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas  lain  yang  relevan;  PKB  adalah  unsur  utama  yang kegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan karir  guru.  Dalam  Permennegpan  tersebut  juga  dijelaskan bahwa  PKB  mencakup  tiga  hal;  yakni  pengembangan  diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.
1.  Pelaksanaan Pengembangan Diri
Pengembangan  diri  adalah  upaya‐upaya  untuk meningkatkan  profesionalisme  diri  agar  memiliki kompetensi  yang  sesuai  dengan  peraturan  perundang‐undangan  agar  mampu  melaksanakan  tugas  pokok  dan kewajibannya  dalam  pembelajaran/pembimbingan termasuk pelaksanaan tugas‐tugas tambahan yang relevan dengan  fungsi  sekolah/  madrasah.  Kegiatan pengembangan  diri  terdiri  dari  diklat  fungsional  dan kegiatan  kolektif  guru  untuk  mencapai  dan/atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup: kompetensi  pedagogis,  kepribadian,  sosial,  dan profesional  sebagaimana  yang  diamanatkan  dalam Undang‐Undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan  Nasional.  Sedangkan  untuk  mampu melaksanakan  tugas  tambahan  yang  relevan  dengan fungsi  sekolah/madrasah,  program  PKB  diorientasikan kepada kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan tugas‐tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kepala  sekolah,  kepala  laboratorium,  kepala perpustakaan, dsb). Diklat fungsional adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar  kompetensi  profesi  yang  ditetapkan  dan/atau meningkatkan keprofesian untuk memiliki kompetensi di atas  standar  kompetensi  profesi  dalam  kurun  waktu tertentu.  Minimal  sesuai  dengan  waktu  yang  telah ditetapkan  dalam  Peraturan  Menteri  Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan  Angka  Kreditnya.  Sedangkan  kegiatan  kolektif  guru adalah  kegiatan  guru  dalam  mengikuti  kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi  yang  telah  ditetapkan.  Kegiatan  kolektif  guru mencakup: (1) kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok guru  untuk  penyusunan  kelompok  kurikulum  dan/atau pembelajaran; (2) pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain; dan (3) kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru. Kegiatan  pengembangan  diri  yang  mencakup  diklat fungsional  dan  kegiatan  kolektif  guru  tersebut  harus mengutamakan  kebutuhan  guru  untuk  pencapaian standar  dan/atau  peningkatan  kompetensi  profesi khususnya  berkaitan  dengan  melaksanakan  layanan pembelajaran. Kebutuhan tersebut mencakup antara lain (1)  kompetensi  menyelidiki  dan  memahami  konteks  di tempat  guru  mengajar;  (2)  penguasaan  materi  dan kurikulum;  (3)  penguasaan  metode  mengajar;  (4) kompetensi  melakukan  evaluasi  peserta  didik  dan pembelajaran; (5) penguasaan teknologi informatika dan komputer (TIK); (6) kompetensi menghadapi inovasi dalam sistem pendidikan di Indonesia, termasuk UU No 14 Tahun 2005  dan  PP  No  74  Tahun  2008,  dsb;  (7)  kompetensi menghadapi  tuntutan  teori  terkini;  dan  (8)  kompetensi lain  yang  terkait  dengan  pelaksanaan  tugas‐tugas tambahan  atau  tugas  lain  yang  relevan  dengan  fungsi sekolah/madrasah. 

2.  Pelaksanaan Publikasi  Ilmiah  

Publikasi  ilmiah  adalah  karya  tulis  ilmiah  yang  telah dipublikasikan  kepada  masyarakat sebagai  bentuk kontribusi  guru  terhadap  peningkatan  kualitas  proses pembelajaran  di  sekolah  dan  pengembangan  dunia pendidikan  secara  umum.  Publikasi  ilmiah  mencakup  3 kelompok kegiatan, yaitu: 
a.  presentasi  pada  forum  ilmiah;  sebagai pemrasaran/nara  sumber  pada  seminar,  lokakarya ilmiah, koloqium atau diskusi ilmiah;
b.  publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal.  Publikasi ilmiah ini mencakup pembuatan: 
1)  karya  tulis  berupa  laporan  hasil  penelitian  pada bidang pendidikan di sekolahnya yang:
•  diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk buku yang ber‐ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian ISBN,  
•  diterbitkan/dipublikasikan  dalam majalah/jurnal  ilmiah  tingkat  nasional  yang terakreditasi,  provinsi,  dan  tingkat kabupaten/kota, 
•  diseminarkan  di  sekolah  atau  disimpan  di perpustakaan.
2)  tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan  pembelajaran  pada  satuan  pendidikanyang dimuat di:
•  jurnal tingkat nasional yang terakreditasi;
•  jurnal  tingkat  nasional  yang  tidak terakreditasi/tingkat provinsi;
•  jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/sekolah/‐madrasah, dsb. 
c.  publikasi  buku  teks  pelajaran,  buku  pengayaan dan/atau  pedoman  guru.  Publikasi  ini  mencakup pembuatan:
1)  buku pelajaran per tingkat atau buku pendidikan per judul yang:
•  lolos penilaian BSNP
•  dicetak oleh penerbit dan ber‐ISBN
•  dicetak oleh penerbit dan belum ber‐ISBN
2)  modul/diklat  pembelajaran  per  semester  yang digunakan di tingkat:
•  provinsi  dengan  pengesahan  dari  Dinas Pendidikan Provinsi;
•  kabupaten/kota  dengan  pengesahan  dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
•  sekolah/madrasah setempat.
3)  buku  dalam  bidang  pendidikan  dicetak  oleh penerbit yang ber‐ISBN dan/atau tidak ber‐ISBN;
4)  karya  hasil  terjemahan  yang  dinyatakan  oleh kepala sekolah/ madrasah tiap karya;
5)  buku pedoman guru. 

3.  Pelaksanaan Karya inovatif
Karya  inovatif  adalah  karya  yang  bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk  kontribusi  guru  terhadap  peningkatan  kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan,  sains/teknologi,  dan  seni.  Karya  inovatif  ini mencakup:
a.  penemuan  teknologi  tepat  guna  kategori  kompleks dan/atau sederhana;
b.  penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks dan/atau sederhana; 
c.  pembuatan/pemodifikasian  alat  pelajaran/peraga/‐praktikum kategori kompleks dan/ atau sederhana;
d.  penyusunan  standar,  pedoman,  soal  dan  sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi.  Secara singkat, gambar di bawah ini menggambarkan komponen PKB yang dapat diberikan angka kredit. Angka Kredit  ini  diperlukan  untuk  kenaikan  pangkat/jabatan fungsional guru.

0 komentar:

Post a Comment