KOLEKSI GAMBAR TANPA WARNA UNTUK MEDIA MEWARNAI ANAK USIA DINI, TK DAN KELAS RENDAH



 GAMBAR HITAM PUTIH DIWARNAI
 GAMBAR HITAM PUTIH

Pada dasarnya keterampilan anak pada kepiawaian mewarnai gambar umumnya memiliki hubungan dalam persepsi mereka terhadap apa-apa yang dilihat dalam dunia nyata dan mewujudkannya dalam bentuk gambar. Kecerdasan dalam mewarnai gambar ini sangat menekankan kemampuan individu, merangsang anak untuk menerjemahkan apa yang dilihat dan apa yang dibayangkannya dalam bentuk gambar yang sedang dihadapinya, terutama gambar hitam putih untuk mewarnai.
berikut beberapa manfaat menggambar buat anak atau murid kita :
  1. sebagai media berekspresi, melalui media gambar anak akan bisa mengekspresikan perasaannya entah senang atau sedih dapat dilukiskan melalui gambar.
  2. membantu latihan membedakan warna, dengan melatih kemampuan membedakan warna maka anak akan mampu mewarnai atau memadukan warna yang nantinya akan bernilai estetika yang tinggi jika terus diasah
  3. warna adalah media terapi, warna bagi sebagian orang adalah terapi yang digunakan secara global, misalkan saja anak yang menggambar atau mewarnai matahari dengan warna gelap dan abu-abu itu menandakan dia sedang marah, dan dengan mewarnai bisa juga menjadi terapi stress anak sehabis melaksanakan aktifitas.
  4. latihan menggenggam pensil, saat anak mulai memegang krayon dan nantinya memegang pensil, hal ini sangat membantu anak di saat sudah menempuh masa sekolah.
  5. melatih kemampuan koordinasi ada empat faktor koordinasi dalam mewarnai atau menggambar yaitu koordinasi antara mata dan tangan, cara tepat memegang krayon, memilih warna dan menajamkan krayon. Hal ini mampu mengembangkan kemampuan dasar anak hingg dewasa nanti
  6. melatih kemampuan motorik, mewarna membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik anak, sesuatu seperti ini sangat penting dalam perkembangannya kelak seperti mengangkat kardus, memindahkan kursi yang mana memerlukan otot lengan dan tangan dalam prosesnya.
  7. melatih meningkatkan konsentrasi, melatih konsentrasi agar anak fokus pada pekerjaannya
  8. melatih mengenal garis bidang, walaupun pada awalnya anak tidak memperdulikan garis-garis batas pada awalnya, namun seiring waktu anak akan memperhatikan garis bidang pembatas yang akan sangat membantunya menulis di kertas bergaris agar tulisan lebih rapi
  9. melatih membuat target, dengan adanya target gambar yang dilakukan secara tidak langsung anak menyadari bahwa pekerjaan itu harus dituntaskan dan nantinya dia akan terbiasa bertanggung jawab dalam pekerjaannya.





 GAMBAR HITAM PUTIH UNTUK DIWARNAI
 GAMBAR HITAM PUTIH UNTUK DIWARNAI

Daya imajinasi anak dalam mewarnai bentuk atau obyek gambar merupakan keterampilan untuk menggabungkan daya imajinasi dan visualisasi yang sangat penting.

gambar hitam putih



gambar hitam putih untuk mewarna

gambar hitam putih untuk mewarna

gambar hitam putih untuk mewarna

gambar hitam putih untuk mewarna


Demikian share gurusekolahdasar-2013.blogspot.co.id mengenai gambar, Selain merangsang kecerdasan spasial pada anak, keterampilan mewarnai gambar juga mendidik anak untuk teliti, hati-hati dan mengutamakan kerapihan serta kesmpurnaan dalam bekerja. Selain mendidik sifat ulet dan pantang menyerah keterampilan mewarnai gambar juga merangsang bakat seni dalam diri anak-anak anda. untuk menyimpan klik gambar terus klik save image as
Semoga artikel ini bermanfaat. Salam hangat selalu, terima kasih telah berkunjung.

Model Pengembangan Kurikulum | Portal Guru dan Pendidikan


   
model pengembangan kurikulum
gurusekolahdasar-2013.blogspot.com | Tahukah kamu bahwa kata kurikulum berasal dari bahasa yunani yang berasal dari kata curere yaitu jarak tempuh lari, kok bisa ya dari jarak tempuh lari menjadi alat dalam pembelajaran. curere sendiri dimaksudkan adalah jarak dari awal start sampai ke garis finish, nah dari hubungan tersebut maka kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan dan pastinya kamu sering menyebut kata kurikulum yang mengacu pada instrumen pelaksanaan atau dokumen pelaksanaan pembelajaran. 
Kurikulum dalam istilah pendidikan adalah perangkat mata pelajaran dan program pembelajaran yang memuat cara dan rancangan pelajaran yang disampaikan kepada peserta didik di sekolah, sedangkan penyusunan perangkat pembelajaran ini disesuaikan dengan kebutuhan setiap jenjang pendidikan dan menyesuiakan dengan kebutuhan dunia kerja.


Mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasinal disebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa pendekatan. Secara teoritis dalam kerangka pendekatan sistemik dan pendekatan kontekstual terdapat 5 model pendekatan pengembangan kurikulum yang berlaku sejak tahun 1950-an sampai tahun 2000-an. Model pendekatan pengembangan kurikulum ini meliputi: (1) Model Tyler, (2) model Taba, (3) model teknik-saintifik, (4) model nonteknik-nonsaintifik, damn (5) model pendidikan berbasis hasil belajar (PBHB). Kelima model ini dapat dirincikan sebagai berikut:

1. Model Tyler
    Menurut Tyler, pengembangan kurikulum mencakup:
  • tujuan,
  • pengalaman belajar,
  • pengelolaan pengalaman belajar, dan
  • penilaian tujuan belajar.
2. Model Taba
    Menurut Taba, pengembangan kurikulum mencakup:
  • diagnosis kebutuhan,
  • rumusan tujuan,
  • seleksi dan organisasi konten,
  • manifestasi pengalaman belajar, serta
  • penilaian.
3. Pendidikan Berbasis Hasil Belajar (PBHB) (OUTCOME BASED EDUCATION/OBC)
    Pengembangan kurikulum mencakup:
  • menentukan hasil belajar,
  • menentukan pengetahuan, kompetensi dan kinerja; serta
  • menentukan cara mendesain, menyampaikan, dan mendokumentasikan pembelajaran.
4. Model Pendekatan Teknik Saintifik
    Pengembangan kurikulum mencakup:
  • menyusun perencanaan/blue print,
  •  menyusun struktur lingkungan belajar,
  • mengkoordinasi sumber daya manusia, bahan dan peralatan,
  • mempunyai derajat objektivitas, unibersalitas dan logika yang tinggi,,
  • dapat menjelaskan kenyataan secara simbolis,
  • percaya pada efisiensi dan efektifitas dari sistem, serta
  • dunia dilihat sebagai mesin yang dapat digambar, dibuat dan diamati.
5. Model Nonteknik-Nonsaintifik
    Pengembangan kurikulumnya mencakup:
  • berorientasi pada hal-hal yang subjektif, pribadi, keindahan, penalaran dan transaksi,
  • berorientasi pada peserta didik melalui cara-cara aktif dalam pembelajaran
  • kurikulum berkembang daripada direncanakan; serta
  • dunia merupakan suatu benda hidup.

Daftar Pustaka
Yulaelawati, E. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:  Pakar Raya 

Demikian apa yang gurusekolahdasar-2013.blogspot.com dapat bagikan semoga bisa bermanfaat dalam menambah pengetahuan anda dalam pembelajaran semasa kuliah atau implementasinya di lapangan yaitu menjadi guru.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh