Trik Pembelajaran FPB dan KPK Untuk SD

Trik Pembelajaran FPB dan KPK untuk SD
Hallo kawan-kawan guru, saat ini rata-rata sekolah di Indonesia sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan tentunya kawan-kawan berusaha semaksimal mungkin mempersembahkan pembelajaran yang mudah dimengerti agar siswanya tambah pintar, semoga saja usaha kawan-kawan semuanya dibalas dengan kebaikan amien.
oh ya materi FPB dan KPK ini adalah materi yang terulang-ulang di SD berawal dari kelas 4 SD sampai kelas 6 SD masih saja ada di ajarkan...beberapa macam cara umumnya adalah menggunakan cara melakukan kelipatan, membuat faktor dari bilangan ataupun yang paling populer dengan pohon faktor. semuanya itu sah-sah saja selama siswa anda mampu memahami dengan baik.


oh ya hari ini saya mau share buku pembelajaran FPB dan KPK di SD hasil rilisnya PPPPTK Matematika atau kepanjangannya adalah Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Matematika yang berada di Jogjakarta. Untuk apa sih buku ini, jawabannya adalah membantu kita mengajarkan materi FPB dan KPK dengan tepat akurat dan pas dengan karakteristik siswa. 
jangan-jangan buku ini sama ya dengan buku paket, ya beda lah.
kawan pernah dengan ga saringan Erasthotenes untuk mencari bilangan prima ?
atau tahukah bahwa bilangan prima itu mewujudkan transaksi via internet ? wah sampai sejauh itu ya, tapi tenang kok buku ini mudah difahami dan bagaimana cara memahaminya tentu saja dibuka, dipelajari dan diaplikasikan dalam pembelajaran.
terus buku ini tidak melulu hitungan kok, ada ilustrasi juga yang bikin ada tambah nyess.
sekian ya review dari saya unduh saja di google drive ini DISINI
cukup dulu ya hari ini, lain kali semoga kita bisa berbagi hal-hal yang bermanfaat buat dunia pendidikan kita khususnya dari blog gurusekolahdasar-2013.blogspot.com dan akhirnya semoga sukses selalu

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tips Memperpanjang SIM Cepat dan Praktis

memperpanjang SIM

Hallo sahabat guru, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saja kepada kawan-kawan guru semua pengalaman memperpanjang SIM yang tentunya SIM itu sangat berguna bagi kita untuk melintasi jalan raya di seluruh Indonesia.


apa ada hubungannya dengan pendidikan ya tentu ada karena mayoritas guru-guru juga menggunakan alat transportasi sendiri dan kalau SIM anda mati atau expired tentu saja akan berbahaya jika terciduk atau kena razia.
oke saya kasih tips berdasarkan apa yang saya jalani pertama apa saja yang harus disiapkan agar urusannya cepat beres, yang harus disiapkan pertama kali adalah :
  1. Copy KTP
  2. Copy SIM 
  3. KIR (Keterangan Sehat)
  4. MAP
empat poin di atas harus dilengkapi terlebih dahulu ya supaya ga bolak balik lagi dan tentunya memakan waktu, terutama urusan KIR, kalo bisa cari puskesmas yang agak sepi supaya prosesnya cepat, konon katanya di puskesmas juga jauh lebih murah dibandingkan KIR dekat Kantor Polisi. beri saja keterangan bahwa ingin memperpanjang SIM, terus kata orang di samping saya tadi SIM yang mati satu bulan masih bisa diperpanjang kok kata dia sih. percaya tidak percaya silahkan dicoba

memperpanjang SIM A atau C

jika sudah lengkap anda ke Loket pendaftaran nanti akan diberikan blangko yang harus anda isi. setelah selesai isi blangko kembalikan, maka tunggu saja action ngambil foto deh, usahakan jangan jauh-jauh agar jika dipanggil nomor antrian anda tak ketinggalan, selesai berfoto tunggu lagi dipanggil oleh loket bank, kebetulan di tempat saya loket BRI biayanya tergantung gambar di atas SIM A 80 ribu SIM C 75 ribu, bayar dan tunggu lagi nanti sehabis SIM anda tercetak maka anda akan dipanggil lagi sesuai nama anda dan terakhir isi tanda terima bahwa anda sudah menerima SIM,

Untuk waktu menunggu tergantung antrian deh, tapi jauh lebih cepat dibandingkan waktu zaman dulu pelayanannya.

demikian informasi dari gurusekolahdasar-2013.blogspot.com semoga rekan-rekan guru SIM nya selalu aktif ya agar tidak kena RAZIA nantinya

Wassalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wabarakatuh




BUKU 5 : PEDOMAN PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU
BUKU 5

PEDOMAN PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

Pedoman ini dibuat untuk mendukung pelaksanaan tugas tim teknis penilai publikasi ilmiah guru dan kaya inovatif guru.
Download buku 5 di sini






duniapendidikandansekolah-2013.co.id - Publikasi Ilmiah pada Kegiatan PKB terdiri dari tiga kelompok kegiatan sebagai berikut.

1. Presentasi pada Forum Ilmiah
Guru seringkali diundang untuk mengikuti pertemuan ilmiah. Tidak jarang, mereka juga diminta  untuk  memberikan presentasi, baik sebagai pemrasaran atau pembahas pada pertemuan ilmiahtersebut. Untuk keperluan itu, guru harus membuat prasaran ilmiah. Prasaran ilmiah adalah sebuah tulisan ilmiah berbentuk makalah yang berisi ringkasan laporan hasil penelitian, gagasan, ulasan, atau tinjauan ilmiah.

2. Publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal.
PUBLIKASI  ilmiah  guru dapat dipublikasikan dalam bentuk laporan hasil penelitian (misalnya laporan Penelitian Tindakan Kelas) atau berupa tinjauan/gagasan ilmiah yang ditulis berdasar pada pengalaman dan sesuai dengan tugas pokok serta fungsi guru. Publikasi PUBLIKASI  ilmiah guru di atas, terdiri dari empat kelompok, yakni:

a)  Laporan Hasil Penelitian
Laporan hasil penelitian adalah PUBLIKASI  ilmiah berisi laporan hasil penelitian yang dilakukan guru pada bidang pendidikan  yang telah dilaksanakan guru di sekolah/madrasahnya dan sesuai dengan tupoksinya,  antara lain dapat berupa laporan Penelitian Tindakan Kelas.

b)  Tinjauan Ilmiah
Makalah tinjauan ilmiah adalah PUBLIKASI guru yang berisi ide/gagasan penulis dalam upaya mengatasi berbagai masalah pendidikan formal dan pembelajaran yang ada di satuan pendidikannya (di sekolah/ madrasahnya).

c)  Tulisan Ilmiah Popular
Karya ilmiah populer adalah tulisan yang dipublikasikan di media massa (koran, majalah, atau sejenisnya). Karya ilmiah populer dalam kaitan dengan upaya pengembangan profesi ini merupakan kelompok tulisan yang lebih banyak mengandung isi pengetahuan, berupa ide, atau gagasan pengalaman penulis yang menyangkut bidang pendidikan pada satuan pendidikan penulis bersangkutan.

d)  Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan adalah tulisan yang berisi gagasan atau tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran di satuan pendidikan yang dimuat di jurnal ilmiah.

3. Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru
Publikasi ilmiah pada kelompok ini terdiri dari:
a)  Buku Pelajaran
Buku pelajaran adalah buku berisi  pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan diperuntukkan bagi siswa pada suatu jenjang pendidikan atau sebagai bahan pegangan mengajar guru, baik sebagai buku utama atau pelengkap. Buku dapat ditulis guru secara individu atau berkelompok.
b)  Modul/Diktat Pembelajaran
Modul adalah materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis sedemikian rupa sehingga  pembacanya diharapkan dapat menyerap sendiri materi tersebut. Diktat  adalah catatan tertulis suatu mata pelajaran atau bidang studi yang dipersiapkan guru untuk mempermudah/memperkaya materi mata  pelajaran/ bidang studi yang disampaikan oleh  guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.
c)  Buku dalam Bidang Pendidikan
d)  Karya Terjemahan
Untuk kepentingan pembelajaran, guru tidak jarang memerlukan karya terjemahan. Karya terjemahan adalah tulisan yang dihasilkan dari penerjemahan buku pelajaran atau buku dalam bidang pendidikan dari bahasa asing atau bahasa daerah ke Bahasa Indonesia, atau sebaliknya dari Bahasa Indonesia ke bahasa asing atau bahasa daerah. Buku yang diterjemahkan tersebut diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang dilakukan guru bersangkutan. Untuk itu, perlu adanya surat pernyataan dari kepala sekolah/madrasah yang menjelaskan perlunya karya terjemahan tersebut untukmenunjang proses pembelajaran guru bersangkutan. Yang diterjemahkan adalah keseluruhan isi  buku secara lengkap dan bukan merupakan bagian dari buku, atau suatu tulisan pendek, artikel, atau jenis tulisan lain di luar bidang pendidikan.
e)  Buku Pedoman Guru
Buku Pedoman Guru adalah buku tulisan guru yang berisi rencana kerja tahunan guru. Isi rencana kerja tersebut paling tidak meliputi upaya dalam meningkatkan/ memperbaiki kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran. Pada rancangan itu harus pula disajikan rencana kegiatan PKB yang akan dilakukan. Melalui rencana kerja tersebut, guru mempunyai pedoman untuk mengembangkan profesinya. Buku ini juga dapat dipakai kepala sekolah/madrasah dan/atau pengawas sekolah untuk mengevaluasi kinerja guru bersangkutan.

Demikian buku 2 PKB ini dibagikan semoga memberi manfaat untuk pembaca. Untuk Buku 5 keseluruhan dapat didownload di sini.

Wassalam dan terimakasih.

BUKU 4: PEDOMAN PKB DAN ANGKA KREDITNYA

BUKU 4 : PEDOMAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) DAN ANGKA KREDITNYA

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU
BUKU 4






duniapendidikandansekolah-2013.co.id - Berdasarkan Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16  Tahun 2009  yang dimaksud dengan  pengembangan keprofesian berkelanjutan  (PKB)  adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. PKB  merupakan salah satu komponen pada unsur utama yang kegiatannya  diberikan angka kredit. Sedangkan, unsur utama yang lain, sebagaimana dijelaskan pada bab V pasal 11, adalah: (a) Pendidikan, (b) Pembelajaran / Bimbingan dan (c) Penunjang.

Menurut Permennegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009 Pasal 17, jumlah minimum angka kredit untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat untuk setiap jabatan guru adalah sebagai berikut:
BUKU 4 : PEDOMAN PKB DAN ANGKA KREDITNYA


Dalam buku 4 juga dipaparkan tentang persyaratan kegiatan PKB, jenis pengembangan keprofesian berkelanjutan, definisi, kerangka isi, bukti fisik dan angka keredit.

demikian buku 4 tentang pedoman PKB dan angka kreditnya ini dibagikan, semoga memberi manfaat bagi pembacanya.

Untuk lebih jelas buku 4 tentang pedoman PKB dan angka kreditnya dapat di download di sini

BUKU 3 PKB : PANDUAN PENYELENGGARAAN DIKLAT CALON TIM PENILAI JABATAN FUNSIONAL GURU

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU
BUKU 3






gurusekolahdasar-2013.co.id - Buku 3 pembinaan dan pengembangan profesi guru ini berisi tentang panduan penyelenggaraan diklat calon tim penilai pejabat fungsional guru.

Agar tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan demikian  maka mutlak diperlukan penilaian  terhadap pelaksanaan tugas dan kewajiban  guru  dalam melaksanakan pembelajaran/pembimbingan, dan/atau tugas-tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Penilaian ini dilakukan untuk menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan. Bersama-sama  dengan hasil pelaksanaan kegiatan pengembangan diri, pengembangan publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif, hasil penilaian kinerja guru dikonversikan menjadi angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan jabatan fungsional guru sebagaimana ditetapkan dalam Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009. 

Melalui penetapan angka kredit yang objektif, transparan, dan akuntabel terhadap unsur-unsur tersebut akan dapat mencerminkan korelasi yang signifikan antara kenaikan jabatan fungsional guru dengan peningkatan profesionalitasnya. Dengan kata lain semakin tinggi jabatan fungsional seorang guru, maka semakin  meningkat profesionalitas guru tersebut. Untuk keperluan penilaian dan penetapan angka kredit yang objektif, transparan, dan akuntabel tersebut, maka  akan dilaksanakan diklat bagi calon tim penilai angka kredit baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Melalui diklat calon tim penilai angka kredit diharapkan akan dihasilkan tim penilai yang memiliki kompetensi, keterampilan,  dan sikap untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara jujur,
objektif, transparan, akuntabel, dan penuh dedikasi. Akhirnya, melalui proses penilaian dan penetapan angka kredit jabatan fungsional guru akan dihasilkan guru-guru yang profesional, bermartabat, dan sejahtera dalam menunjang peningkatan kualitas pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pada akhir diklat peserta diharapkan:
(a) Memahami   berbagai kebijakan baru berkaitan peningkatan mutu dan profesionalitas guru.
(b) Memahami secara  rinci tentang (a) unsur dan sub-unsur kegiatan guru dalam pengumpulan angka kredit, (b) jenjang jabatan dan pangkat guru, (c) rincian kompetensi dan unsur yang dinilai, (d) persyaratan tim penilai jabatan fungsional guru,
(c)  Memahami proses penilaian kinerja guru dan konversinya ke angka kredit  untuk  unsur pendidikan,  pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan.
(d) Memahami dan dapat menilai angka kredit kegiatan pada unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan yakni (a) pengembangan diri, (b) publikasi ilmiah,  dan (c) karya inovatif
(e) Memahami secara umum tentang (a)  Mekanisme dan Prosedur Penilaian dan Penetapan Angka Kredit, dan (b) Pengangkatan, Pembebasan Sementara, Pengangkatan Kembali, dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan.

Untuk materi sajian, metode dan bahan diklat serta penyelenggaraan dan jadwal diklat dapat dilihat melalui buku 3 PKB. Download buku 3 di sini

Demikian, semoga memberi manfaat buat pembaca. Terimakasih.

BUKU 2 PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU)

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU
BUKU 2

PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU)

format PKG


Guru sebagai pendidik profesional  mempunyai  tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selain tugas utamanya tersebut, guru juga dimungkinkan memiliki tugastugas  lain yang  relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Oleh karena itu,  dalam penilaian kinerja guru beberapa subunsur yang perlu dinilai adalah sebagai berikut.
1.  Penilaian kinerja yang terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran bagi guru mata pelajaran atau guru kelas,  meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan menilai, menganalisis hasil penilaian, dan melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian dalam menerapkan 4 (empat) domain kompetensi yang harus dimiliki oleh guru sesuai dengan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.  Pengelolaan  pembelajaran tersebut mensyaratkan guru menguasai  24 (dua puluh empat) kompetensi yang dikelompokkan ke dalam kompetensi  pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Untuk mempermudah penilaian dalam  PK GURU, 24 (dua puluh empat) kompetensi tersebut dirangkum menjadi 14 (empat belas) kompetensi sebagaimana dipublikasikan  oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Rincian jumlah kompetensi tersebut diuraikan dalam Tabel 1.
Kompetensi Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran
No  Ranah Kompetensi       Jumlah Kompetensi  Indikator
1      Pedagogik                           7                          45
2      Kepribadian                        3                          18
3      Sosial                                  2                            6
4       Profesional                        2                             9
Total                                          14                          78
2.  Penilaian kinerja dalam melaksanakan proses pembimbingan bagi guru Bimbingan Konseling (BK)/Konselor  meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembimbingan, mengevaluasi dan menilai hasil bimbingan, menganalisis hasil evaluasi pembimbingan, dan melaksanakan tindak lanjut hasil pembimbingan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27  Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor  terdapat    4 (empat) ranah kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK/Konselor. Penilaian kinerja guru BK/konselor mengacu pada 4 domain kompetensi tersebut yang mencakup 17 (tujuh belas) kompetensi seperti diuraikan dalam Tabel 2.
Kompetensi Guru Bimbingan Konseling/Konselor
No  Ranah  Kompetensi           Jumlah Kompetensi                 Indikator
1      Pedagogik                                     3                                       9
2      Kepribadian                                  4                                      14
3      Sosial                                            3                                      10
4      Profesional                                   7                                       36
        Total                                           17                                       69
3.  Kinerja yang terkait dengan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Pelaksanaan tugas tambahan ini dikelompokkan menjadi 2, yaitu tugas tambahan yang mengurangi jam mengajar tatap muka dan yang tidak mengurangi jam mengajar tatap muka. Tugas tambahan yang mengurangi jam mengajar tatap muka meliputi: (1) menjadi kepala sekolah/madrasah per tahun; (2) menjadi wakil kepala sekolah/madrasah per tahun; (3) menjadi ketua program keahlian/program studi atau yang sejenisnya; (4) menjadi kepala perpustakaan; atau (5) menjadi kepala laboratorium, bengkel, unit produksi, atau yang sejenisnya. Tugas tambahan yang tidak mengurangi jam mengajar tatap muka dikelompokkan menjadi 2 juga, yaitu tugas tambahan minimal satu tahun (misalnya menjadi wali kelas, guru pembimbing program induksi, dan sejenisnya) dan tugas tambahan kurang dari satu tahun (misalnya menjadi pengawas penilaian dan evaluasi pembelajaran, penyusunan kurikulum, dan sejenisnya). 

Penilaian kinerja guru dalam melaksanakan tugas tambahan yang mengurangai jam mengajar tatap muka dinilai dengan  menggunakan  instrumen  khusus yang dirancang berdasarkan kompetensi yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas
]tambahan tersebut. Rincian  jumlah kompetensi dan jumlah indikator pelaksanaan tugas tambahan disampaikan dalam Tabel 3, 4, 5, 6, dan 7.
a)  Tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah
Kompetensi kepala sekolah/madrasah
No  Kompetensi                                         Kriteria
1  Kepribadian dan Sosial                              7
2  Kepemimpinan                                           10
3  Pengembangan Sekolah/Madrasah            7
4  Pengelolaan Sumber Daya                         8
5  Kewirausahaan                                           5
6  Supervisi Pembelajaran                              3
Total                                                              40

b) Wakil kepala sekolah
c)  Tugas tambahan sebagai kepala perpustakan
Kompetensi kepala perpustakaan
No  Kompetensi                                                                               Kriteria
1  Perencanaan kegiatan perpustakaan                                               8
2  Pelaksanaan program perpustakaan                                                9
3  Evaluasi program perpustakaan                                                      8
4  Pengembangan koleksi perpustakaan                                              8
5  Pengorganisasian layanan jasa informasi perpustakaan                  8
6  Penerapan teknologi informasi dan komunikasi                              4
7  Promosi perpustakaan dan literasi informasi                                   4
8  Pengembangan kegiatan perpustakaan sebagai sumber belajar       4
No  Kompetensi                                                      Kriteria
1  Kepribadian dan Sosial                                           7
2  Kepemimpinan                                                       10
3  Pengembangan Sekolah/-Madrasah                         7
4  Kewirausahaan                                                         5
Jumlah Kriteria                                                           29
Jumlah kriteria ke empat kompetensi tersebut kemudian ditambahkan
dengan banyaknya kriteria bidang tugas tertentu yang diampu oleh wakil
kepala sekolah/madrasah yang bersangkutan
•  Akademik  5
•  Kesiswaan  4
•  Sarana dan prasarana  3
•  Hubungan masyarakat  3
Contoh: jika seorang wakil kepala sekolah/madrasah mengampu bidang akademik,
maka total kriteria penilaian kompetensinya adalah 29 + 5 = 34

No  Kompetensi  Kriteria
9  Kepemilikan integritas dan etos kerja  8
10  Pengembangan profesionalitas kepustakawanan  4
Total  65

d)  Tugas tambahan sebagai kepala laboratorium/bengkel/sejenisnya
Kompetensi kepala laboratorium/bengkel/sejenisnya
No  /Kompetensi/Kriteria
1  Kepribadian / 11
2  Sosial / 5
3  Pengorganisasian guru, laboran/teknisi /  6
4  Pengelolaan program dan  administrasi / 7
5  Pengelolaan pemantauan dan  evaluasi / 7
6  Pengembangan dan inovasi/  5
7  Lingkungan dan K3 / 5
Total  46
e)  Tugas tambahan sebagai ketua program keahlian
Kompetensi ketua program keahlian
No / Kompetensi / Kriteria
1  Kepribadian /  6
2  Sosial  / 4
3  Perencanaan / 5
4  Pengelolaan Pembelajaran / 6
5  Pengelolaan Sumber Daya Manusia / 4
6  Pengelolaan Sarana dan Prasarana / 4
7  Pengelolaan Keuangan / 4
8  Evaluasi dan Pelaporan / 4
Total  37
Tugas tambahan lain yang tidak mengurangi jam mengajar guru dihargai langsung
sebagai perolehan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku.

Download Buku 1 PKB di sini

KOMPONEN PKB GURU

Komponen PKB (Penilaian Keprofesionalan Berkelanjutan) Guru

Komponen PKB (Penilaian Keprofesionalan Berkelanjutan) Guru




gurusekolahdasar-2013.co.id - PKB merupakan Penilaian Keprofesionalan Berkelanjutan untuk profesi guru. Sejatinya,  guru  adalah  bagian  integral  dari  organisasi pendidikan  di  sekolah  secara  menyeluruh.  Agar  sebuah organisasi termasuk organisasi pendidikan di sekolah  mampu menghadapi perubahan dan ketidakpastian yang menjadi ciri kehidupan  modern,  Peter  Senge  (2000)  mengingatkan perlunya mengembangkan sekolah sebagai sebuah organisasi pembelajar. Di antara karakter utama organisasi pembelajar adalah  senantiasa  mencermati  perubahan  internal  dan eksternal yang diikuti dengan upaya penyesuaian diri dalam rangka mempertahankan eksistensinya.  Syarat  mutlak  terciptanya  organisasi  pembelajar  adalah terwujudnya  masyarakat  pembelajar  di  tubuh  organisasi tersebut. Ini dapat dengan mudah difahami mengingat kinerja organisasi secara tidak langsung adalah produk kinerja kolektif semua unsurnya termasuk Sumber Daya Manusia. Oleh sebab itu,  dalam  konteks  sekolah,  guru  secara  individu  maupun secara bersama‐sama dengan masyarakat seprofesinya harus
didorong  untuk  menjadi  bagian  dari  organisasi  pembelajar melalui keterlibatannya secara sadar dan sukarela serta terus menerus  dalam  berbagai  kegiatan  belajar  guna mengembangkan profesionalismenya. 

Adapun Komponen-Komponen PKB Guru dipaparkan sebagai berikut:

Dalam  konteks  Indonesia,  PKB  adalah  pengembangan keprofesian  berkelanjutan  yang  dilaksanakan  sesuai  dengan kebutuhan guru untuk mencapai standar kompetensi profesi dan/atau  meningkatkan  kompetensinya  di  atas  standar kompetensi  profesinya  yang  sekaligus  berimplikasi  kepada perolehan  angka  kredit  untuk  kenaikan  pangkat/jabatan fungsional  guru.  Sebagaimana  dijelaskan  dalam  Peraturan Menteri  Negara  Pemberdayaan  Aparatur  Negara  dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional  Guru  dan  Angka  Kreditnya,  selain  kedua  unsur utama  lainnya,  yakni:  (i)  pendidikan;  dan  (ii) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas  lain  yang  relevan;  PKB  adalah  unsur  utama  yang kegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan karir  guru.  Dalam  Permennegpan  tersebut  juga  dijelaskan bahwa  PKB  mencakup  tiga  hal;  yakni  pengembangan  diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.
1.  Pelaksanaan Pengembangan Diri
Pengembangan  diri  adalah  upaya‐upaya  untuk meningkatkan  profesionalisme  diri  agar  memiliki kompetensi  yang  sesuai  dengan  peraturan  perundang‐undangan  agar  mampu  melaksanakan  tugas  pokok  dan kewajibannya  dalam  pembelajaran/pembimbingan termasuk pelaksanaan tugas‐tugas tambahan yang relevan dengan  fungsi  sekolah/  madrasah.  Kegiatan pengembangan  diri  terdiri  dari  diklat  fungsional  dan kegiatan  kolektif  guru  untuk  mencapai  dan/atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup: kompetensi  pedagogis,  kepribadian,  sosial,  dan profesional  sebagaimana  yang  diamanatkan  dalam Undang‐Undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan  Nasional.  Sedangkan  untuk  mampu melaksanakan  tugas  tambahan  yang  relevan  dengan fungsi  sekolah/madrasah,  program  PKB  diorientasikan kepada kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan tugas‐tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kepala  sekolah,  kepala  laboratorium,  kepala perpustakaan, dsb). Diklat fungsional adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar  kompetensi  profesi  yang  ditetapkan  dan/atau meningkatkan keprofesian untuk memiliki kompetensi di atas  standar  kompetensi  profesi  dalam  kurun  waktu tertentu.  Minimal  sesuai  dengan  waktu  yang  telah ditetapkan  dalam  Peraturan  Menteri  Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan  Angka  Kreditnya.  Sedangkan  kegiatan  kolektif  guru adalah  kegiatan  guru  dalam  mengikuti  kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi  yang  telah  ditetapkan.  Kegiatan  kolektif  guru mencakup: (1) kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok guru  untuk  penyusunan  kelompok  kurikulum  dan/atau pembelajaran; (2) pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain; dan (3) kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru. Kegiatan  pengembangan  diri  yang  mencakup  diklat fungsional  dan  kegiatan  kolektif  guru  tersebut  harus mengutamakan  kebutuhan  guru  untuk  pencapaian standar  dan/atau  peningkatan  kompetensi  profesi khususnya  berkaitan  dengan  melaksanakan  layanan pembelajaran. Kebutuhan tersebut mencakup antara lain (1)  kompetensi  menyelidiki  dan  memahami  konteks  di tempat  guru  mengajar;  (2)  penguasaan  materi  dan kurikulum;  (3)  penguasaan  metode  mengajar;  (4) kompetensi  melakukan  evaluasi  peserta  didik  dan pembelajaran; (5) penguasaan teknologi informatika dan komputer (TIK); (6) kompetensi menghadapi inovasi dalam sistem pendidikan di Indonesia, termasuk UU No 14 Tahun 2005  dan  PP  No  74  Tahun  2008,  dsb;  (7)  kompetensi menghadapi  tuntutan  teori  terkini;  dan  (8)  kompetensi lain  yang  terkait  dengan  pelaksanaan  tugas‐tugas tambahan  atau  tugas  lain  yang  relevan  dengan  fungsi sekolah/madrasah. 

2.  Pelaksanaan Publikasi  Ilmiah  

Publikasi  ilmiah  adalah  karya  tulis  ilmiah  yang  telah dipublikasikan  kepada  masyarakat sebagai  bentuk kontribusi  guru  terhadap  peningkatan  kualitas  proses pembelajaran  di  sekolah  dan  pengembangan  dunia pendidikan  secara  umum.  Publikasi  ilmiah  mencakup  3 kelompok kegiatan, yaitu: 
a.  presentasi  pada  forum  ilmiah;  sebagai pemrasaran/nara  sumber  pada  seminar,  lokakarya ilmiah, koloqium atau diskusi ilmiah;
b.  publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal.  Publikasi ilmiah ini mencakup pembuatan: 
1)  karya  tulis  berupa  laporan  hasil  penelitian  pada bidang pendidikan di sekolahnya yang:
•  diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk buku yang ber‐ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian ISBN,  
•  diterbitkan/dipublikasikan  dalam majalah/jurnal  ilmiah  tingkat  nasional  yang terakreditasi,  provinsi,  dan  tingkat kabupaten/kota, 
•  diseminarkan  di  sekolah  atau  disimpan  di perpustakaan.
2)  tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan  pembelajaran  pada  satuan  pendidikanyang dimuat di:
•  jurnal tingkat nasional yang terakreditasi;
•  jurnal  tingkat  nasional  yang  tidak terakreditasi/tingkat provinsi;
•  jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/sekolah/‐madrasah, dsb. 
c.  publikasi  buku  teks  pelajaran,  buku  pengayaan dan/atau  pedoman  guru.  Publikasi  ini  mencakup pembuatan:
1)  buku pelajaran per tingkat atau buku pendidikan per judul yang:
•  lolos penilaian BSNP
•  dicetak oleh penerbit dan ber‐ISBN
•  dicetak oleh penerbit dan belum ber‐ISBN
2)  modul/diklat  pembelajaran  per  semester  yang digunakan di tingkat:
•  provinsi  dengan  pengesahan  dari  Dinas Pendidikan Provinsi;
•  kabupaten/kota  dengan  pengesahan  dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
•  sekolah/madrasah setempat.
3)  buku  dalam  bidang  pendidikan  dicetak  oleh penerbit yang ber‐ISBN dan/atau tidak ber‐ISBN;
4)  karya  hasil  terjemahan  yang  dinyatakan  oleh kepala sekolah/ madrasah tiap karya;
5)  buku pedoman guru. 

3.  Pelaksanaan Karya inovatif
Karya  inovatif  adalah  karya  yang  bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk  kontribusi  guru  terhadap  peningkatan  kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan,  sains/teknologi,  dan  seni.  Karya  inovatif  ini mencakup:
a.  penemuan  teknologi  tepat  guna  kategori  kompleks dan/atau sederhana;
b.  penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks dan/atau sederhana; 
c.  pembuatan/pemodifikasian  alat  pelajaran/peraga/‐praktikum kategori kompleks dan/ atau sederhana;
d.  penyusunan  standar,  pedoman,  soal  dan  sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi.  Secara singkat, gambar di bawah ini menggambarkan komponen PKB yang dapat diberikan angka kredit. Angka Kredit  ini  diperlukan  untuk  kenaikan  pangkat/jabatan fungsional guru.

BUKU 1 PKB GURU (PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU)

BUKU 1 PENILAIAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU


PENGERTIAN PKB PENILAIAN KEPROFESIONALAN BERKELANJUTAN

Pengertian PKB

gurusekolahdasar.co.id - Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting  dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia  cerdas dan kompetitif.  Karena itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Konsekuensi dari guru sebagai profesi adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

PKB adalah bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru yang  merupakan  kendaraan  utama  dalam  upaya  membawa perubahan  yang  diinginkan  berkaitan  dengan  keberhasilan siswa.  Dengan  demikian  semua  siswa  diharapkan  dapat mempunyai  pengetahuan  lebih,  mempunyai  keterampilan lebih  baik,  dan  menunjukkan  pemahaman  yang  mendalam tentang materi ajar serta mampu memperlihatkan apa yang mereka  ketahui  dan  mampu  melakukannya.  PKB  mencakup berbagai  cara  dan/atau  pendekatan  dimana  guru  secara berkesinambungan  belajar  setelah  memperoleh  pendidikan dan/atau pelatihan awal sebagai guru. PKB mendorong guru untuk memelihara dan meningkatkan standar mereka secara keseluruhan  mencakup  bidang‐bidang  berkaitan  dengan pekerjaannya sebagai profesi. Dengan demikian, guru dapat memelihara,  meningkatkan  dan  memperluas  pengetahuan dan keterampilannya serta membangun kualitas pribadi yang dibutuhkan di dalam kehidupan profesionalnya. Melalui kesadaran untuk memenuhi standar kompetensi profesinya  serta  upaya  untuk  memperbaharui  dan meningkatkan kompetensi profesional selama periode bekerja sebagai guru, PKB dilakukan dengan komitmen secara holistik
terhadap struktur keterampilan dan kompetensi pribadi atau bagian  penting  dari  kompetensi  profesional.  Dalam  hal  ini adalah  suatu  komitmen  untuk  menjadi  profesional  dengan memenuhi  standar  kompetensi  profesinya,  selalu memperbaharuimya,  dan  secara  berkelanjutan  untuk  terus berkembang.  PKB  merupakan  kunci  untuk  mengoptimalkan kesempatan  pengembangan  karir  baik  saat  ini  maupun  ke depan.  Untuk  itu,  PKB  harus  mendorong  dan  mendukung perubahan  khususnya  di  dalam  praktik‐praktik  dan pengembangan karir guru. 

Pada  prinsipnya,  PKB  mencakup  kegiatan  perencanaan, pelaksanaan,  evaluasi,  dan  refleksi  yang  didesain  untuk meningkatkan  karakteristik,  pengetahuan,  pemahaman,  dan keterampilan sebagaimana digambarkan pada diagram berikut ini  (diadopsi  dari  Center  for  Continuous  Professional Development (CPD). University of Cincinnati Academic Health Center.  http://webcentral.uc.edu/‐cpd_online2).  Dengan perencanaan  dan  refleksi  pada  pengalaman  belajar  guru dan/atau  praktisi  pendidikan  akan  mempercepat pengembangan  pengetahuan  dan  keterampilan  guru  serta kemajuan karir guru dan/atau praktisi pendidikan.

PKB  adalah  bagian  penting  dari  proses  pengembangan keprofesionalan guru. PKB tidak terjadi secara ad‐hoc tetapi dilakukan  melalui  pendekatan  yang  diawali  dengan perencanaan  untuk  mencapai  standar  kompetensi  profesi (khususnya  bagi  guru  yang  belum  mencapai  standar kompetensi sesuai dengan hasil penilaian kinerja, atau dengan kata lain berkinerja rendah), mempertahankan/menjaga dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan perolehan pengetahuan  dan  keterampilan  baru.  PKB  dalam  rangka pengembangan  pengetahuan  dan  keterampilan  merupakan tanggung‐jawab  guru  secara  individu  sesuai  dengan masyarakat  pembelajar,  jadi  sangat  penting  bagi  guru  yang berada  di  ujung  paling  depan  pendidikan. 

Oleh  karena  itu, agar  PKB  dapat  mendukung  kebutuhan  individu  dan meningkatkan praktik‐praktik keprofesianalan maka kegiatan PKB harus:
1.  menjamin kedalaman pengetahuan terkait dengan materi ajar yang diampu;
2.  menyajikan  landasan  yang  kuat  tentang  metodologi pembelaran (pedagogik) untuk mata pelajaran tertentu;
3.  menyediakan  pengetahuan  yang  lebih  umum  tentang proses  pembelajaran  dan  sekolah  sebagai  institusi  di samping  pengetahuan  terkait  dengan  materi  ajar  yang diampu  dan  metodologi  pembelaran  (pedagogik)  untuk mata pelajaran tertentu;
4.  mengakar dan merefleksikan penelitian terbaik yang ada dalam bidang pendidikan;
5.  berkontribusi  terhadap  pengukuran  peningkatan keberhasilan peserta didik dalam belajarnya;
6.  membuat guru secara intelektual terhubung dengan ide‐ide dan sumberdaya yang ada;
7.  menyediakan  waktu  yang  cukup,  dukungan  dan sumberdaya  bagi guru agar mampu menguasai isi materi belajadan pedagogi serta mengintegrasikan dalam praktik‐praktik pembelajaran sehari‐hari;
8.  didesain oleh perwakilan dari mereka‐mereka yang akan berpartisipasi  dalam  kegiatan  PKB  bekerjasama  dengan para ahli dalam bidangnya;
9.  mencakup berbagai bentuk kegiatan termasuk beberapa kegiatan  yang  mungkin  belum  terpikirkan  sebelumnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat itu.

Puisi berjudul "Retorika Hati Sang Montir"


Puisi merupakan salah satu bentuk karya seni tulis dan seni suara yang berisi tentang pesan yang ingin disampaikan oleh si pembuat. Puisi merupakan salah satu ragam sastra biasanya menggunakan bahasa yang emuat unsur rima, irama, matra dan makna digambarkan secara imajinatif.

Berikut ini penulis akan berbagi sebuah puisi yang menceritakan tentang seseorang yang giat bekerja dan memiliki cita-cita besar untuk masa depannya. Semoga memberi manfaat kebaikan bagi para pembacanya.


Retorika Hati Sang Montir


Retorika Hati Sang Montir

Karya: Zainatir Raiyah




Sore itu dia menatap dalam.....
halaman rumahnya
menikmati hamparan-hamparan pekerjaan
ah...
terlalu luas nikmat Tuhan...
matanya berucap dalam renungan
bibirnya menikmati aroma kopi dalam genggaman
pada sebuah proses matarantai kehidupan
memeluk pasti filosofi ketuhanan

tiba-tiba batinnya berteriak
mimpimu setinggi langit!
sudahkah kau usir karaktermu yang selemah parafin
Cita-cita besarmu menggenggam dunia
Sudahkah kau pupuk subur hingga hilang jiwamu yang kerdil

Berharap
Buah manis kesabaran
berpijak di akar kokoh jika harus menghadapi kegagalan
tenang...tersenyum dalam sandiwara beribu masalah
hingga dunia mengakui
kamu hebat kamu kuat kamu giat dan kamu pasti akan dapat!

Aku masih terdiam dalam... penuh makna
aku tersentak ketika sadar...
aku telah jauh berjalan ke alam pikirannya


 

Puisi berjudul "Munajat Cinta"



munajat cinta, ma'rifat, hakikat


Munajat Cinta

Karya: Zainatir Raiyah

Kita yang menulis rencana bahagia
terbang...lepas...
dengan cahaya jiwa
menebus batin cinta dengan penuh suka
dunia indah tanpa segunung kata

Nun ..
dari masa tak bernama
dari kosong tanpa jiwa
kularungkan Al-Fatihah
menembus batas kesadaran
mencari titik temu cinta
aku ingin merdeka!

Selain kepada do'a
kemana lagi kusimpan rindu...
namamu tak luntur dalam munajatku, menjelma Al-Fatihah dalam setiap qiraatku
Kau abadi dalam puisi dan do'aku


noted:
Sebuah puisi dengan judul Munajat Cinta ini  mengisahkan tentang rasa kepada pencipta yang sangat dalam sehingga tidak terwakilkan mengungkapkannya bahkan dengan seribu bahasa. Termasuk dalam jenis puisi religi yang diungkapkan lewat kalimat-kalimat bermajas.
Semoga dapat memberi manfaat kebaikan bagi pembacanya.

Puisi berjudul "Menggenggam Bingkisan ke Negeri Biru"



puisi berjudul Menggenggam Bingkisan ke Negeri Biru

Karya puisi tentang kehidupan, pengalaman dan keindahan. Puisi dituliskan oleh pengarangnya dalam mengungkapkan sesuatu yang hendak disampaikan menggunakan bahasa estetis yang apik dan terpilih sehingga apa yang disampaikan dapat dimengerti dan dinikmati oleh pembaca.

Berikut penulis bagikan sebuah puisi berisi tentang pengalaman baru penulis dalam hidupnya dalam seketika dan tiba-tiba mengemban amanah sekaligus dalam sebuah anugerah.


Menggenggam Bingkisan ke Negeri Biru

                                                                                     Karya: Zainatir Raiyah


Sejenak aku tertegun

Membuka mataku dan melihat sekelilingku
tiada satupun yang aku kenal sehari yang lalu
ternyata
aku tiba di dunia baru

Hari itu
Keseharianku, basa basiku dan celotehanku menyambung ke jaringan serba baru
entah bermimpi apa aku setahun yang lalu
tak pernah terbayang sedikitpun di benakku
ini tanah baru
negeri baru
orang baru dan ladang baru

Aku seperti memejamkan mata
lalu
tiba-tiba ada ditengah hutan belantara
dan tidak mengenal siapa-siapa

Dalam hati aku bergumam
Tuhanku...
tuntun aku dan berilah kekuatan pada kakiku
melangkah ditengah deras ombak dan arus
ditengah gelapnya hutan
ditengah kerumunan binatang langka
dan suara-suara bising yang tak mengenal rasa dan mata

Berbisik suara di bilik hatiku
perhatikan tanganmu yang menggenggam mutiara itu
buka matamu dan tatap tajam tanganmu

ternyata
kekuatan besar itu ada di tanganku
aku hanya perlu tahu dan terus melangkah...


 

Aturan Pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Untuk Publikasi Ilmiah Dalam Usulan Kenaikan Pangkat

Penelitian Tindakan Kelas Usulan Pangkat
Pembuatan dan publikasi ilmiah sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) harus dilaksanakan seorang guru jika melakukan usulan kenaikan pangkat dari III-b Ke III-c sebagai syarat wajib selain pembuatan karya tulis ilmiah, artikel ilmiah, atau teknologi tepat guna, hal yang perlu diperhatikan dan paling penting adalah mengetahui format dan isi dari penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut, karena PTK ini bukan PTK mahasiswa akhir tahun kuliah yang bisa disamakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. kali ini akan kami bagikan sistematika penelitian tindakan kelas mulai dari judul, bab, sub-bab dan lain-lain sebagai berikut :

BAGIAN DEPAN / AWAL 
  • Halaman Judul
  • Halaman Pengesahan
  • Abstrak
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Daftar Tabel
  • Daftar Gambar
  • Daftar Lampiran


BAGIAN ISI

BAB I
PENDAHULUAN
  • Latar belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan penelitian
  • manfaat penelitian
BAB II
KAJIAN TEORITIK DAN PUSTAKA
  • Teori variabel masalah
  • teori variabel tindakan
  • kerangka berfikir (penyelesaian masalah)
BAB III
METODE PENELITIAN
  • Pendekatan penelitian
  • subjek penelitian
  • prosedur/siklus penelitian
  • teknik pengumpulan data
  • teknik analisis data
  • indikator keberhasilan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
  • Kondisi Subjek Penelitian
  • Sajian hasil penelitian (sajian tiap siklus)
  • pembahasan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
  • Kesimpulan
  • Saran
BAGIAN AKHIR
  • Daftar Pustaka
  • Lampiran-lampiran
  • Curriculum Vitae atau biodata diri
jika anda mempunyai salinan PTK atau kerangka PTK yang ternyata berbeda dengan aturan yang ditetapkan dalam penyusunan PTK Usulan kenaikan pangkat ini, anda harus mengikuti format yang ada dan sesuaikan isi-isinya dengan format di atas agar penelitian tindakan kelas yang anda ajukan diterima dan berhasil.

untuk penomoran ada beberapa cara penomoran yang bisa anda ikuti yang kami sampaikan sebagai berikut :

Dimulai dari A .......
                               1 .......
                                 a .......
                                   1)...........
                                       a).......
                                        (1)...........
                                           (a)...........

penomoran mengikuti aturan di atas jangan sampai dibolak balik penulisannya, karena itu menyalahi kaidah.

Demikian informasi http://gurusekolahdasar-2013.blogspot.co.id bisa bermanfaat buat kawan-kawan sekalian yang ingin membuat PTK Sendiri atau minimal mengetahui tata cara pembuatan PTK, terus kembangkan semangat

Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Cara Verval Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)

Verval PTK setiap guru dan tenaga kependidikan yang berstatus PNS ataupun NON PNS harus memvalidasi ulang berkas yang harus diupload ke situs ini :
https://sso.data.kemdikbud.go.id/sys/login?appKey=11BE442B-E9AA-4E6C-AFCA-7ADD30C76824 
adapun cara memverval PTK adalah sebagai berikut :
  • langkah pertama adalah login di website yang sudah kami infokan di atas dengan menggunakan login dapodik, jika terdapat masalah entah karena perubahan password di dapodik coba dua hal pertama gunakan password dapodik lama kalau tidak bisa gunakan password dapodik baru, tampilannya seperti ini :
verval ptk dan nuptk



  • langkah kedua maka setelah berhasil login akan ada tampilan seluruh PTK di sekolah anda di sana ada beberapa menu Data PTK, pengelolaan, verval dokumen dan log out lihat tampilan gambar di bawah ini terlihat ada 3 keterangan yang berbeda tentang status nuptk, yang pertama nuptk valid, yang kedua calon penerima NUPTK dan terakhir dalam kolom berwarna merah adalah NUPTK invalid let's see below :

verval ptk dan nuptk

  • selanjutnya pilihlah menu di atas yang ada tulisannya verval dokumen dan pih verval arsip maka akan tampilah seperti di bawah ini, ada nama PTK beserta statusnya 
verval ptk dan nuptk

  • selanjutnya klik ptk yang akan kamu upload berkasnya dan klik upload verval dokumen arsip dan akan ada tampilan seperti ini, coba lihat apa saja yang harus kamu persiapkan pertama scan ktp, kedua scan SK pns atau cpns (cukup salah satu)/gty/gtk non pns, dokumen ketiga sk penugasan dari dinas untuk PNS dan terakhir adalah scan ijazah terakhir, dan wajib ingat file support berupa PDF ya kalo sudah terlanjur scan hanya image berupa JPEG atau PNG silahkan diconvert dengan nitro PDF berikut penampakannya :
verval ptk dan nuptk
Note : yang bertanda hijau di dokumen 1 itu tandanya file sudah berhasil di upload kalo warnanya orange maka itu masih proses oke.
  • jika sudah selesai upload semua dokumen dan warna nya hijau semua klik upload dokumen but masih belum selesai kawan, kamu harus cek kembali berkas kamu sudah diverifikasi atau belum caranya klik verval dokumen dan pilih status verval arsip seperti penampakan di bawah ini
verval ptk dan nuptk
dari gambar ini disebutkan bahwa berkas masih dalam antrian perubahan proses arsip, dan kerjaan kamu sudah selesai tapi jangan lupa untuk memeriksa kembali status verval arsipnya jika ada koreksi dan lain hal kamu segera mengetahuinya. dan juga jika ptk sudah upload berkas namanya akan hilang dari daftar verval berkas sebagai tanda dokumen sudah terupload dan sedang proses.

Lihat Video Tutorial Ini 



demikian apa yang http://gurusekolahdasar-2013.blogspot.co.id bisa informasikan, semoga berhasil dan tetap semangat 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh


Pembagian Mata Pelajaran dan Jumlah Beban Mengajar Per kelas Kurikulum 2013 (K-13)


Mata pelajaran dan beban mengajar kurikulum 2013
Pembelajaran Kurikulum 2013 Sudah dilaksanakan sebagian besar sekolah yang terdampak, hal ini membuktikan bahwa perubahan kurikulum dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke Kurikulum 2013 (K-13) itu pasti tidak ada istilah dihentikan, yang ada hanyalah revisi saja dari buku materi baik itu buku guru, buku siswa maupun tata cara pelaksanaannya.


Kurikulum 2013 tidak lagi menyebutkan nama mata pelajaran walaupun seperti yang kita ketahui bahwa mata pelajaran itu ada namun itu tidak lagi disebutkan dalam kegiatan belajar mengajar, terus bagaimana pembagian mata pelajaran dalam kurikulum 2013 agar kita dapat membaginya secara seimbang terutama dalam pembuatan Rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) maupun dalam penyampaian materinya agar tidak ada mata pelajaran yang dominan dan yang lain malah tidak dapat alokasi yang tepat berikut penjelasan pembagian jamnya  :
STRUKTUR KURIKULUM SD/MI
KELAS I
KELOMPOK A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti = 4 Jam
Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan = 5 Jam
Bahasa Indonesia = 8 Jam
Matematika = 5 Jam
Ilmu Pengetahuan Alam = -
Ilmu Pengetahuan Sosial = -
Kelompok B
Seni Budaya dan Prakarya = 4 Jam
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan = 4 Jam

Jumlah beban belajar satu minggu kelas I adalah 30 jam, selama satu semester paling sedikit adalah 18 minggu efektif.

KELAS II
KELOMPOK A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti = 4 Jam
Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan = 5 Jam
Bahasa Indonesia = 9 Jam
Matematika = 6 Jam
Ilmu Pengetahuan Alam = -
Ilmu Pengetahuan Sosial = -
Kelompok B
Seni Budaya dan Prakarya = 4 Jam
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan = 4 Jam

Jumlah beban belajar satu minggu kelas II adalah 32 jam, selama satu semester paling sedikit adalah 18 minggu efektif.

KELAS III
KELOMPOK A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti = 4 Jam
Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan = 6 Jam
Bahasa Indonesia = 10 Jam
Matematika = 6 Jam
Ilmu Pengetahuan Alam = -
Ilmu Pengetahuan Sosial = -
Kelompok B
Seni Budaya dan Prakarya = 4 Jam
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan = 4 Jam

Jumlah beban belajar satu minggu kelas III adalah 34 jam, selama satu semester paling sedikit adalah 18 minggu efektif.

KELAS IV
KELOMPOK A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti = 4 Jam
Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan = 5 Jam
Bahasa Indonesia = 7 Jam
Matematika = 6 Jam
Ilmu Pengetahuan Alam = 3 jam
Ilmu Pengetahuan Sosial = 3 Jam
Kelompok B
Seni Budaya dan Prakarya = 4 Jam
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan = 4 Jam

Jumlah beban belajar satu minggu kelas IV adalah 36 jam, selama satu semester paling sedikit adalah 18 minggu efektif.

KELAS V
KELOMPOK A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti = 4 Jam
Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan = 5 Jam
Bahasa Indonesia = 7 Jam
Matematika = 6 Jam
Ilmu Pengetahuan Alam = 3 jam
Ilmu Pengetahuan Sosial = 3 Jam
Kelompok B
Seni Budaya dan Prakarya = 4 Jam
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan = 4 Jam

Jumlah beban belajar satu minggu kelas V adalah 36 jam, selama satu semester paling sedikit adalah 18 minggu efektif.

KELAS VI
KELOMPOK A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti = 4 Jam
Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan = 5 Jam
Bahasa Indonesia = 7 Jam
Matematika = 6 Jam
Ilmu Pengetahuan Alam = 3 jam
Ilmu Pengetahuan Sosial = 3 Jam
Kelompok B
Seni Budaya dan Prakarya = 4 Jam
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan = 4 Jam

Jumlah beban belajar satu minggu kelas VI adalah 36 jam, selama satu semester ganjil paling sedikit adalah 18 minggu efektif dan di semester genap sebanyak 14 Minggu efektif.

Penjelasan tentang  mata pelajaran kelompok A adalah mata pelajaran yang dikembangkan oleh pusat, dan kelompok B adalah kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan dari lokal.

Sekian berita dari gurusekolahdasar-2013.blogspot.com semoga bermanfaat tentang informasi ini

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh